Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Rabu, 26 Oktober 2016

MASALAH HATI



“BENCI”


Hai friends,  Moshi-moshi!

Kali ini Saya  akan membahas masalah “BENCI”.

Apa sih itu benci? Mengapa kita sering merasa benci? Bagaimana mengatasi sikap benci kita?

Kita pasti pernah merasa benci terhadap benda, orang , ataupun hal lain. Atau mungkin  kita sering merasakan benci? Wow! Itu sangat berbahaya, tentunya.  Seperti ini kah?

Melalui ungkapan:

"Iih, kesal  banget lihat mukanya. Sok pintar, sok cantik, sok soleh!”
“ Dia itu usil banget anaknya! Terakhir kali aku didorong ke sumur  dengan dia!”

Atau setiap bertemu malah saling memalingkan muka?
Nyesek kan?

            Benci adalah salah satu perasaan yang sudah alamiah pasti kita memilki dan pernah kita alami. Kita akan merasakan benci ketika kita benar-benar tidak menyukai sesuatu, entah itu benda mati atau makhluk hidup. Misalnya kalian pernah mengalami masalah dengan orang lain hingga kalian tidak menyukai orang tersebut. Seperti  mempunyai teman yang nyebelin atau musuh atau……teman yang jadi musuh! Tentunya kalian pasti merasa kesal dan benci dengan orang seperti itu. 

            Benci itu bukan haya kepada makhluk hidup saja, ya. Ada beberapa orang yang benci terhadap benda mati. Misal, kalian benci dengan boneka karena terlalu imut atau kalian benci dengan tokek karena kalian phobia dengan tokek. Benci dengan hari senin, dll.

            Tapi asal kalian tahu benci itu termasuk penyakit hati, loh! Jadi sebisa mungkin dimunimalisasikan, ya. Kalau kita sering merasa benci, itu akan berpengaruh pada pribadi dan sikap kita dalam keseharian. Kebanyakan benci akan membuat kita sering dikatakan judes, suram, dll. Sadar atau tidak kita akan bersikap ketus, keras kepala atau pemarah. Tentu ini akan menjadi beban di otak dan hati kita. Selain membuat kita lelah dan pusing. Kebanyakan benci akan membuat kita dijauhi oleh teman atau saudara kita. 

            Meskipun perasaaan benci terkadang sulit di hilangkan, sebisa mungkin kita jangan berlama-lama terhanyut dengan perasaan atau  kita harus dapat mengendalikan perasaan benci kita, bukan sebaliknya. Dan.. jangan berindak anarkis dengan orang yang kita benci.

Caranya dengan tidak menolak permintaan maaf dan mencoba memaafkan kesalahan orang lain. Menjadi pribadi yang disenangi dengan ramah , ikhlas , berjiwa besar. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. Cobalah curhat dengan teman atau orang yang kalian percaya setiap ada masalah. Dan yang tidak boleh kita abaikan yaitu selalu dekat dengan Allah SWT.

Jadi Friends kalau bisa di minimalisir kadar bencinya, ya. Dan selalu terus tersenyum. Tapiii….jangan luarnya tersenyum tapi hatinya merasa benci! 


Oke sekian dari artikel saya. Terima kasih sudah mau membaca. Semoga bermanfaat! Arigatou gozaimasu!