“BENCI”
Hai friends, Moshi-moshi!
Kali ini Saya akan membahas masalah “BENCI”.
Apa sih itu benci?
Mengapa kita sering merasa benci? Bagaimana mengatasi sikap benci kita?
Kita pasti pernah
merasa benci terhadap benda, orang , ataupun hal lain. Atau mungkin kita sering merasakan benci? Wow! Itu sangat
berbahaya, tentunya. Seperti ini kah?
Melalui ungkapan:
"Iih, kesal
banget lihat mukanya. Sok pintar, sok cantik, sok soleh!”
“ Dia itu usil banget anaknya! Terakhir kali
aku didorong ke sumur dengan dia!”
Atau setiap
bertemu malah saling memalingkan muka?
Nyesek kan?
Benci adalah salah satu perasaan
yang sudah alamiah pasti kita memilki dan pernah kita alami. Kita akan
merasakan benci ketika kita benar-benar tidak menyukai sesuatu, entah itu benda
mati atau makhluk hidup. Misalnya kalian pernah mengalami masalah dengan orang
lain hingga kalian tidak menyukai orang tersebut. Seperti mempunyai teman yang nyebelin atau musuh atau……teman
yang jadi musuh! Tentunya kalian pasti merasa kesal dan benci dengan orang
seperti itu.
Benci itu bukan haya kepada makhluk
hidup saja, ya. Ada beberapa orang yang benci terhadap benda mati. Misal, kalian
benci dengan boneka karena terlalu imut atau kalian benci dengan tokek karena
kalian phobia dengan tokek. Benci dengan hari senin, dll.
Tapi asal kalian tahu benci itu termasuk
penyakit hati, loh! Jadi sebisa mungkin dimunimalisasikan, ya. Kalau kita
sering merasa benci, itu akan berpengaruh pada pribadi dan sikap kita dalam
keseharian. Kebanyakan benci akan membuat kita sering dikatakan judes, suram,
dll. Sadar atau tidak kita akan bersikap ketus, keras kepala atau pemarah. Tentu
ini akan menjadi beban di otak dan hati kita. Selain membuat kita lelah dan
pusing. Kebanyakan benci akan membuat kita dijauhi oleh teman atau saudara
kita.
Meskipun perasaaan benci terkadang
sulit di hilangkan, sebisa mungkin kita jangan berlama-lama terhanyut dengan
perasaan atau kita harus dapat
mengendalikan perasaan benci kita, bukan sebaliknya. Dan.. jangan berindak
anarkis dengan orang yang kita benci.
Caranya
dengan tidak menolak permintaan maaf dan mencoba memaafkan kesalahan orang
lain. Menjadi pribadi yang disenangi dengan ramah , ikhlas , berjiwa besar. Orang
yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan
permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan
dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan. Cobalah curhat dengan teman
atau orang yang kalian percaya setiap ada masalah. Dan yang tidak boleh kita
abaikan yaitu selalu dekat dengan Allah SWT.
Jadi Friends kalau bisa di
minimalisir kadar bencinya, ya. Dan selalu terus tersenyum. Tapiii….jangan
luarnya tersenyum tapi hatinya merasa benci!
Oke
sekian dari artikel saya. Terima kasih sudah mau membaca. Semoga bermanfaat!
Arigatou gozaimasu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar